Skip to main content

Posts

Pendidikan Nalar dan Nurani

Setiap peradaban menunjukkan tingkat ilmu pengetahuan melalui cara hidup, teknologi keseharian, dan aspirasi mereka tentang kehidupan dan alam. Kemampuan memprediksi adalah tulang punggung kemajuan peradaban. Kemampuan ini adalah hasil dipahaminya hubungan sebab akibat dalam proses investigasi saintifik. Sains adalah badan usaha raksasa, suatu enterprise, yang dilaksanakan oleh manusia dari generasi ke generasi dengan produk berupa ilmu pengetahuan, tentang dirinya, tentang alam, dan hubungan keduanya. Sains memaksa pekerjanya secara rasional menganalisis bukti ilmiah serta mengonstruksi dan menguji pemikiran obyektif tentangnya. Manusia mengaspirasi masa depan untuk skala waktu yang jauh lebih panjang daripada penghuni Bumi lainnya yang hanya dapat menyiapkan kebutuhan hidup untuk esok atau musim berikutnya. Manusia ingin maju dan berkembang, tidak sekadar bertahan hidup. Selain kemampuan memprediksi dan menanggulangi masalah, sainsyang tumbuh semakin kokoh menawarkan inovasi kreatif…
Recent posts

Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Naik Dua Kali Lipat, Apakah Kualitasnya Juga Naik?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk membuat belanja negara lebih efektif. Selama ini, publik kerap mempertanyakan efektivitas alokasi anggaran yang besar ke satu sektor namun kerap tidak diikuti oleh peningkatan kualitas sektor tersebut. Padahal sektor tersebut adalah sektor sektor penting misalnya pendidikan dan kesehatan "Belanja pendidikan dulu Rp 200 triliun sekarang Rp 400 triliun. Pertanyaannya adalah apakah dengan belanja yang naik dua kali lipat, kualitas pendidikan naik dua kali lipat?," ujar Menkeu saat membuka seminar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/2/2017). "Anggaran kesehatan kita naik dari Rp 50 triliun menjadi Rp 105 triliun. Apakah kualitas kesehatan naik dua kali lipat?," sambung perempuan yang kerap disapa Ani itu. Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, peningkatan kualitas tidak melulu bicara soal ketersediaan uang atau besaran alokasinya saja. Ada hal penting lainnya yang ti…

RI-Saudi Kerja Sama Bidang Pendidikan Bahasa Arab dan Ilmu Islam

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan meningkatkan kerja sama bidang pendidikan Bahasa Arab dan ilmu Islam. Kerja sama tersebut direalisasikan melalui Universitas Islam Imam Mohammed bin Saud. "Ini merupakan implementasi dari kunjungan Raja Salman untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang pendidikan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (13/4/2017), seperti dikutipAntara. Sebelumnya Wapres Kalla menerima kunjungan Rektor Universitas Islam Imam Mohammed Bin Saud, Sulaiman Bin Abdullah Aba Al-Khail dan anggota Dewan Ulama Senior Kerajaan Saudi Arabia. Wapres mengatakan, kerja sama khususnya dalam pemberian beasiswa sudah lama berjalan namun peningkatan akan dilakukan dalam pendidikan Bahasa Arab dan ilmu Islam di universitas-universitas di Indonesia.
Rektor Universitas Islam Imam Mohammed Bin Saud, HE DR Sulaiman Bin Abdullah Aba Al-Khail mengatakan, pertemuannya dengan Wapres Kalla merupakan tindak lanjut dari kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada Maret l…

Radikalisme Menyusupi Dunia Pendidikan di Indonesia?

Masuknya paham radikalisme di dunia pendidikan menjadi keprihatinan banyak pihak, karena dapat memunculkan tindakan intoleransi pada para pelajar. Ini sama memprihatinkannya dengan bentuk-bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di sekolah, diantaranya tindakan diskriminatif, tindakan kekerasan (fisik, psikis, simbolis), perusakan lingkungan, serta pengabaian hak penyandang disabilitas dan kesetaraan jender. Demikian pembahasan yang mengemuka dalam diskusi yang digelar oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang mengusung tema 'Maraknya Pelanggaran HAM di Sekolah', Selasa (2/5/2017).
Wakil Ketua Komnas HAM Nurkhoiron mengatakan, sekolah atau lembaga pendidikan yang menjadi pusat produksi dan reproduksi pengetahuan, sekaligus media belajar untuk memperkuat hak-hak kebebasan berfikir, berekspresi dan mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai cara menjadi bangsa yang bermartabat, saat ini belum mengalami transformasi y…

Jokowi Minta Pendidikan Karakter Jadi Perhatian Pemerintah

Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M Nasir ke Istana Kepresidenan, Kamis Selasa (17/1/2017). Dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta ketiga menterinya untuk menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik. "Bagaimana agar pendidikan karakter bangsa harus jadi perhatian kita semua," ujar Lukman usai pertemuan. "Bagaimana pendidikan terkait jati diri keindonesiaan kita yang memang dikenal sebagai masyarakat bangsa yang religius, sangat agamis sekaligus sangat memperhatikan keragaman, kemajemukan, kebhinekaan," kata dia. Lukman mengatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Namun, religiusitas itu harusnya tak mengesampingkan keragaman, kemajemukan dan kebhinekaan. "Inilah yang harus senantiasa dijaga, dipelihara, dan dikembangkan oleh semua lembaga pendidikan kita," tutur Lukman. Kementerian Agama sendiri, lanjut L…

Radikalisme Menyusup ke Dunia Pendidikan, Ini Lima Modusnya

Masuknya paham radikalisme di dunia pendidikan menjadi keprihatinan banyak pihak, karena dapat memunculkan tindakan intoleransi pada para pelajar. Direktur Peace Generation Irfan Amalee mengungkapkan indoktrinasi paham radikal itu dilakukan dalam berbagai cara. Maka dari itu, peningkatan pemahaman baik guru dan siswa akan bahaya radikalisme menjadi penting untuk menangkal perkembang-biakannya. Menurut Irfan, ada beberapa narasi dalam perekrutan kelompok-kelompok radikal yang harus dipahami oleh guru dan siswa. Pertama, kelompok radikal biasanya menggunakan narasi politik.  "Buat anak-anak yang galau itu mereka melihat ketidakadilan, itu mereka langsung terpanggil untuk jihad," kata Irfan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Kedua, kelompok radikal juga menggunakan narasi historis. Menurut Irfan, ini juga perlu diperhatikan oleh para pendidik dalam pendidikan sejarah. "Karena pendidikan sejarah itu bisa saja bukan membangkitkanwisdom, tetapi justru memban…

Menyiapkan Rencana Pendidikan: Tabungan Pendidikan, Asuransi Pendidikan, atau Reksa Dana?

Selama ini, salah satu instrumen yang sering digunakan dalam mempersiapkan rencana pendidikan anak adalah melalui asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan. Tahukah anda, bahwa persiapan rencana pendidikan anak juga dapat dilakukan melalui investasi reksa dana? Biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahun merupakan salah satu tantangan utama bagi para orang tua dalam memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anaknya. Tidak jarang pula, demi membiayai uang masuk sekolah, orang tua mengambil pinjaman jangka pendek yang bunganya relatif tinggi seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), pinjaman multi guna atau bahkan meminjam dari renternir. Tindakan tersebut tidak salah. Namun ada baiknya biaya pendidikan bisa disiapkan sejak dini sehingga pada saat dibutuhkan nanti, tidak perlu lagi terpaksa harus meminjam dengan bunga relatif tinggi. Selama ini produk yang dikenal masyarakat untuk hal tersebut adalah tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan. Bagaimana perbandingan kedua produ…