Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2017

Pendidikan Nalar dan Nurani

Setiap peradaban menunjukkan tingkat ilmu pengetahuan melalui cara hidup, teknologi keseharian, dan aspirasi mereka tentang kehidupan dan alam. Kemampuan memprediksi adalah tulang punggung kemajuan peradaban. Kemampuan ini adalah hasil dipahaminya hubungan sebab akibat dalam proses investigasi saintifik. Sains adalah badan usaha raksasa, suatu enterprise, yang dilaksanakan oleh manusia dari generasi ke generasi dengan produk berupa ilmu pengetahuan, tentang dirinya, tentang alam, dan hubungan keduanya. Sains memaksa pekerjanya secara rasional menganalisis bukti ilmiah serta mengonstruksi dan menguji pemikiran obyektif tentangnya. Manusia mengaspirasi masa depan untuk skala waktu yang jauh lebih panjang daripada penghuni Bumi lainnya yang hanya dapat menyiapkan kebutuhan hidup untuk esok atau musim berikutnya. Manusia ingin maju dan berkembang, tidak sekadar bertahan hidup. Selain kemampuan memprediksi dan menanggulangi masalah, sainsyang tumbuh semakin kokoh menawarkan inovasi kreatif…

Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Naik Dua Kali Lipat, Apakah Kualitasnya Juga Naik?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk membuat belanja negara lebih efektif. Selama ini, publik kerap mempertanyakan efektivitas alokasi anggaran yang besar ke satu sektor namun kerap tidak diikuti oleh peningkatan kualitas sektor tersebut. Padahal sektor tersebut adalah sektor sektor penting misalnya pendidikan dan kesehatan "Belanja pendidikan dulu Rp 200 triliun sekarang Rp 400 triliun. Pertanyaannya adalah apakah dengan belanja yang naik dua kali lipat, kualitas pendidikan naik dua kali lipat?," ujar Menkeu saat membuka seminar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/2/2017). "Anggaran kesehatan kita naik dari Rp 50 triliun menjadi Rp 105 triliun. Apakah kualitas kesehatan naik dua kali lipat?," sambung perempuan yang kerap disapa Ani itu. Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, peningkatan kualitas tidak melulu bicara soal ketersediaan uang atau besaran alokasinya saja. Ada hal penting lainnya yang ti…

RI-Saudi Kerja Sama Bidang Pendidikan Bahasa Arab dan Ilmu Islam

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan meningkatkan kerja sama bidang pendidikan Bahasa Arab dan ilmu Islam. Kerja sama tersebut direalisasikan melalui Universitas Islam Imam Mohammed bin Saud. "Ini merupakan implementasi dari kunjungan Raja Salman untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang pendidikan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (13/4/2017), seperti dikutipAntara. Sebelumnya Wapres Kalla menerima kunjungan Rektor Universitas Islam Imam Mohammed Bin Saud, Sulaiman Bin Abdullah Aba Al-Khail dan anggota Dewan Ulama Senior Kerajaan Saudi Arabia. Wapres mengatakan, kerja sama khususnya dalam pemberian beasiswa sudah lama berjalan namun peningkatan akan dilakukan dalam pendidikan Bahasa Arab dan ilmu Islam di universitas-universitas di Indonesia.
Rektor Universitas Islam Imam Mohammed Bin Saud, HE DR Sulaiman Bin Abdullah Aba Al-Khail mengatakan, pertemuannya dengan Wapres Kalla merupakan tindak lanjut dari kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada Maret l…

Radikalisme Menyusupi Dunia Pendidikan di Indonesia?

Masuknya paham radikalisme di dunia pendidikan menjadi keprihatinan banyak pihak, karena dapat memunculkan tindakan intoleransi pada para pelajar. Ini sama memprihatinkannya dengan bentuk-bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di sekolah, diantaranya tindakan diskriminatif, tindakan kekerasan (fisik, psikis, simbolis), perusakan lingkungan, serta pengabaian hak penyandang disabilitas dan kesetaraan jender. Demikian pembahasan yang mengemuka dalam diskusi yang digelar oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang mengusung tema 'Maraknya Pelanggaran HAM di Sekolah', Selasa (2/5/2017).
Wakil Ketua Komnas HAM Nurkhoiron mengatakan, sekolah atau lembaga pendidikan yang menjadi pusat produksi dan reproduksi pengetahuan, sekaligus media belajar untuk memperkuat hak-hak kebebasan berfikir, berekspresi dan mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai cara menjadi bangsa yang bermartabat, saat ini belum mengalami transformasi y…

Jokowi Minta Pendidikan Karakter Jadi Perhatian Pemerintah

Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M Nasir ke Istana Kepresidenan, Kamis Selasa (17/1/2017). Dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta ketiga menterinya untuk menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik. "Bagaimana agar pendidikan karakter bangsa harus jadi perhatian kita semua," ujar Lukman usai pertemuan. "Bagaimana pendidikan terkait jati diri keindonesiaan kita yang memang dikenal sebagai masyarakat bangsa yang religius, sangat agamis sekaligus sangat memperhatikan keragaman, kemajemukan, kebhinekaan," kata dia. Lukman mengatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Namun, religiusitas itu harusnya tak mengesampingkan keragaman, kemajemukan dan kebhinekaan. "Inilah yang harus senantiasa dijaga, dipelihara, dan dikembangkan oleh semua lembaga pendidikan kita," tutur Lukman. Kementerian Agama sendiri, lanjut L…

Radikalisme Menyusup ke Dunia Pendidikan, Ini Lima Modusnya

Masuknya paham radikalisme di dunia pendidikan menjadi keprihatinan banyak pihak, karena dapat memunculkan tindakan intoleransi pada para pelajar. Direktur Peace Generation Irfan Amalee mengungkapkan indoktrinasi paham radikal itu dilakukan dalam berbagai cara. Maka dari itu, peningkatan pemahaman baik guru dan siswa akan bahaya radikalisme menjadi penting untuk menangkal perkembang-biakannya. Menurut Irfan, ada beberapa narasi dalam perekrutan kelompok-kelompok radikal yang harus dipahami oleh guru dan siswa. Pertama, kelompok radikal biasanya menggunakan narasi politik.  "Buat anak-anak yang galau itu mereka melihat ketidakadilan, itu mereka langsung terpanggil untuk jihad," kata Irfan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Kedua, kelompok radikal juga menggunakan narasi historis. Menurut Irfan, ini juga perlu diperhatikan oleh para pendidik dalam pendidikan sejarah. "Karena pendidikan sejarah itu bisa saja bukan membangkitkanwisdom, tetapi justru memban…

Menyiapkan Rencana Pendidikan: Tabungan Pendidikan, Asuransi Pendidikan, atau Reksa Dana?

Selama ini, salah satu instrumen yang sering digunakan dalam mempersiapkan rencana pendidikan anak adalah melalui asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan. Tahukah anda, bahwa persiapan rencana pendidikan anak juga dapat dilakukan melalui investasi reksa dana? Biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahun merupakan salah satu tantangan utama bagi para orang tua dalam memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anaknya. Tidak jarang pula, demi membiayai uang masuk sekolah, orang tua mengambil pinjaman jangka pendek yang bunganya relatif tinggi seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), pinjaman multi guna atau bahkan meminjam dari renternir. Tindakan tersebut tidak salah. Namun ada baiknya biaya pendidikan bisa disiapkan sejak dini sehingga pada saat dibutuhkan nanti, tidak perlu lagi terpaksa harus meminjam dengan bunga relatif tinggi. Selama ini produk yang dikenal masyarakat untuk hal tersebut adalah tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan. Bagaimana perbandingan kedua produ…

Ketahui 8 Risiko Asuransi Pendidikan Anak yang Tidak Diungkap Agen

Asuransi pendidikan dewasa ini mulai banyak diambil oleh sebagian masyarakat Indonesia selain tabungan pendidikan. Pertimbangan mengambil dana persiapan pendidikan anakdi masa depan ini adalah adanya tambahan manfaat proteksi jika terjadi risiko di kemudian hari. Semakin banyaknya pengguna asuransi pendidikan tidak terlepas dari fenomena semakin mahalnya biaya pendidikan, terlebih tren biaya pendidikan semakin naik setiap tahunnya. Sebelum memutuskan untuk mengambil asuransi pendidikan, orang tua sebaiknya mengetahui dan paham terlebih dahulu mengenai risiko-risiko ini agar bisa mengambil langkah antisipasi. Risiko merupakan sisi lain dari manfaat sebuah produk asuransi. Setidaknya ada 8 risiko yang jarang diungkap agen terkait denganasuransi pendidikan berikut ini. 1. AsuransiPendidikan Anak tidak sama dengan Menabung Jika Anda menempatkan uang di asuransi, maka perusahaan akan menginvestasikannya pada instrumen-instrumen investasi yang memiliki risiko, seperti misalnya saham, obligas…

Pendidikan 24 Jam

Koran terkemuka The New York Times  (10/2/2016) menurunkan tulisan berjudul ”In Indonesia, Madrassas of Moderation”, yang mengapresiasi Pondok Modern Gontor sebagai pesantren penting dan alumninya banyak menjadi orang berpengaruh di negeri ini. Kebetulan, September ini Gontor mengadakan syukuran hari jadi yang ke-90 tahun dan dihadiri Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan para menteri . Apa yang membuat Gontor berdiri teguh selama 90 tahun dan konsisten memberi kontribusi besar? Apa pula pelajaran yang bisa ditarik bagi dunia pendidikan Indonesia? Bebas memilih warna Sejak didirikan tahun 1926, Gontor terus melahirkan alumni yang ikut melawan penjajah dan mengisi kemerdekaan. Yang menarik, alumni tidak berkumpul di satu sudut aliran saja, tetapi mereka tersebar di spektrum yang luas, beragam ormas, partai, dan aliran pemikiran, yang tak jarang berkompetisi satu sama lain. Tidak heran kalau alumninya ada yang menjadi pimpinan Nahdhatul Ulama, tapi juga ada yang memimpin Muhamma…

AIPI Serahkan Rekomendasi Pengembangan Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menyerahkan dua buku kepada Kemenristek-Dikti dan Bappenas, Jumat (12/5/2017). Adapun buku tersebut berisi mengenai rekomendasi dan kajian mengenai pengembangan sains, teknologi, dan pendidikan tinggi di Indonesia menuju 2045. "Kami berharap rekomendasi yang kami berikan dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan. Terutama bagi pengembangan sains, teknologi, dan pendidikan agar Indonesia semakin maju," kata Sangkot Marzuki selaku Ketua AIPI, di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Jumat. Sangkot menjelaskan, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam bidang ekonomi, sosio demografi, dan tata pemerintahan pada abad ke-21 ini. Di sisi lain, Indonesia berpeluang menjadi salah satu ekonomi besar di dunia. Menurut dia, banyak tantangan yang harus dijawab agar Indonesia menjadi negara dengan ekonomi besar. Seperti kemampuan transformasi dari negara berpendapatan menengah ke bawah menjadi negara maju berpendapatan tinggi. Kemudian memanfaa…

Penting, Literasi Media Masuk dalam Kurikulum Pendidikan

Mengajak masyarakat untuk memiliki pengetahuan terhadap media dinilai penting oleh Komisioner KPI Pusat Nina Mutmainnah. Dengan fakta bahwa anak-anak sulit terhindarkan lagi dari berbagai tayangan televisi, Nina menilai bahwa pendidikan literasi perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan Indonesia. "Negara lain sudah ada yang pernah memasukan pendidikan literasi media ini, yaitu sejak tahun 1970-an. Program ini sangat ideal kalau bisa masuk di kurikulum sekolah, karena bisa terintegrasi dengan pelajaran yang ada," ucap Nina dalam workshop Literasi Media bertajuk "Menciptakan Masyarakat Melek Media", Kamis (30/8/2012), di gedung Pascasarjana Ilkom UI, Salemba, Jakarta. Menurutnya, masuknya literasi media dalam kurikulum pendidikan akan memberikan manfaat bagi masyarakat untuk membentengi diri dari efek buruk tayangan televisi. "Selama ini sekolah sudah memberikan pendidikan karakter, pendidikan lingkungan, dan pendidikan anti korupsi, tetapi kesadaran akan l…

Mengapa Jokowi Minta Anggaran Pendidikan Tak Dihabiskan?

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar anggaran pendidikan tidak diserap 100 persen. Jokowi meminta ada anggaran yang disisihkan sebagai dana abadi. "Untuk memanfaatkan alokasi 20 persen anggaran pendidikan secara tepat guna, saya minta dibentuk dana abadi," ujar Jokowi, dalam pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Selasa (4/4/2017). "Kan anggaran pendidikan itu buanyak sekali dan yang saya lihat, saya buka, terlalu rutinitas sehingga saya minta dibentuk dana abadi pendidikan," lanjut dia. Presiden tak ingin jika penyerapan anggaran untuk sesuatu yang tak tepat sasaran. Lebih baik anggaran pendidikan dibuat tepat sasaran dan disisihkan untuk kepentingan yang lebih besar. Berdasarkan perhitungan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, nilai dana abadi Indonesia pada 2030 mendatang jika dari sekarang mulai dilakukan penyisihan, mencapai Rp 400 triliun. "Ini investasi besar untuk anak dan cucu kita nanti. Jadi saya kira ini harus dimul…

6 Pertanyaan Wajib Saat Memilih Asuransi Pendidikan

Asuransi banyak disukai masyarakat sekarang, karena mereka merasakan manfaat dan kemudahannya. Salah satunya yang diminati adalah asuransi pendidikan untuk sekolah sendiri atau menyekolahkan anak-anak. Saat mengalami masalah berat yang menyebabkan Anda sulit untuk menyekolahkan anak-anak, maka asuransi pendidikan dapat membantu. Jika sudah memutuskan untuk ikut, lalu asuransi pendidikan seperti apa yang harus dipilih. Apa saja pertanyaan yang harus ditanyakan? 1. Pembayaran Pembayaran merupakan pertanyaan pertama yang biasa diajukan. Di mana pembayaran bisa ditanyakan berupa premi atau beban rutin yang harus dibayarkan perbulannya. Selain itu, pembayaran juga menjadi syarat utama untuk membandingkan antara asuransi A dan asuransi B. Pastinya Anda harus memilih pembayaran mana yang cocok dan sesuai untuk keuangan dan pendidikan anak-anak. Jangan memilih pembayaran yang berat, tapi jangan juga memilih yang terlalu ringan. Karena umumnya biaya rendah fasilitasnya pun juga tidak terlalu b…