Skip to main content

Cendekiawan Ateis Dukung Pendidikan Agama di Sekolah Menurutnya, literatur Inggris tidak lepas dari kekristenan.

Ahli biologi evolusioner Richard Dawkins mendukung keberadaan mata pelajaran pendidikan agama di sekolah. Dawkins, yang mengaku sebagai ateis (tak beragama), justru mengatakan bahwa memahami agama bisa membantu siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sejarah dan budaya dunia.
Menurutnya, tidak mungkin mempelajari literatur Inggris tanpa pengetahuan tentang kekristenan. Meski begitu, ia menekankan bahwa sekolah harus berhenti mengajar 'subjek agama'.
Sebab, menurut Dawkins, hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa anak-anak menerima ajaran agama tanpa mempertanyakannya. Ia juga mengingatkan bahwa 'sangat jahat' menggunakan agama untuk menakuti anak-anak.
"Jangan takut-takuti anak-anak dengan 'ancaman' api neraka," kata Dawkins, seperti dikutip Livescience, Selasa 13 Juni 2017. Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa ilmuwan harus berhenti menyebut 'teori evolusi'.
Menurut dia, istilah 'teori' dapat membuat orang berpikir bahwa evolusi tidak terbukti secara ilmiah. "Saya akan merekomendasikan untuk tidak menyebutnya sebagai teori, tetapi fakta," paparnya.
Dawkins adalah penulis beberapa buku seperti The Selfish Gene (Oxford University Press, 1976), The God Delusion, serta buku terbarunya yang segera terbit, Science in the Soul (Random House, Agustus 2017).

Comments

Popular posts from this blog

Kata Kata Galau Patah Hati Terbaru

Kata Kata Galau Patah Hati Terbaru - Poedjangga Baroe ditutup dengna runtuhnya pemerintah Hindia Belanda sesudah Jepang menduduki Indonesia kepada bln Pebruari 1942;[21] edisi terakhir yg diterbitkan berjilid tiga & berlaku utk masa Desember 1941 sampai Pebruari 1942.[22] Dalam edisi ini, redaksi posting bahwa mereka hendak meneruskan penerbitan sewaktu kondisi masihlah mengizinkan; ini tak terwujud, walau ada penulis-penulis yg memakai gaya bahasa yg serupa.[23] Hingga ditutup, ada kurang-lebih sembilan puluh edisi yg diterbitkan.[1]

Dari thn 1948 hingga 1954, sesudah penyerahan Jepang & menjelang akhir Perang Kemerdekaan Indonesia, series baru bersama judul yg sama didirikan oleh STA. Kata Kata Galau Patah Hati Terbaru Penulisnya baru, termasuk juga Chairil Anwar, Achdiat Karta Mihardja, & Asrul Sani.[1][24] Majalah Pudjangga Baru ini setelah itu ditukar dgn Konfrontasi, yg pun dipimpin oleh STA & diterbitkan tiap-tiap dua bln dari th 1954 hingga 1962.[25]

Menurut pr…

Puisi Sedih karena Cinta

Puisi Sedih karena Cinta - Pujangga Baru (GEG: Pujangga Baru, Soewandi Ejaan: Pujangga Baru) Adalah SEBUAH majalah sastra Indonesia Yang Yang pelopor Diterbitkan Dari bulan Juli 1933 sehingga Februari 1942. Majalah ini Label Roti didirikan Armijn, Amir Hamzah, Dan Sutan Takdir Alisjahbana (STA).
Dari Awal Abad ke-20, gatra Orang pribumi Hindia Belanda Mulai Menjadi bersemangat nasionalisme Tinggi, with Yang diwujudkan terbitnya beberapa publikasi Nasionalis. Puisi Sedih karena Cinta Armijn, Hamzah, Dan STA, Dari Pulau Tiga Penulis Sumatera, memulai prosa pembentukan majalah baru Pada Bulan September 1932. Surat Kepada mereka mengirimkan 40 Penulis Yang Aktif Dalam Bagian sastra Dari Quran Pandji Poestaka Dan meminta Tulisan, Serta Sepuluh surat Kepada para Sultan untuk review meminta Dukungan. Penghasilan kena pajak Kontrak DENGAN Penerbit Milik Belanda Kolff & Co. 
TIDAK DAPAT terwujudkan, para pendiri bersepakatan untuk review menerbitkan majalah mereka Sendiri. Maja…

Kata Kata Galau

Kata Kata Galau Para penulis utk Poedjangga Baroe tak bersatu dalam pandangan politis mereka[31] & majalah ini mengusahakan utk bersifat netral. Ini diterapkan biar majalah ini tak disensor oleh pemerintah kolonial & utk melindungi penulis yg bekerja utk pemerintah. Tetapi, masihlah ada tulisan dari beraneka ragam pandangan politik yg dimuat, termasuk juga karya-karya oleh nasionalis budayawi, satu buah sonet buat teoris Marxis Rosa Luxemburg, & catatan-catatan menyangkut fascisme.

Kata Kata Galau Walaupun para penulis Poedjangga Baroe bersatu dalam semangat nasionalisme, mereka mempunyai sisi pandang menyangkut budaya yg amat tidak serupa. Sekian Banyak, seperti Armijn & STA, mempunyai anggapan bahwa pengertian budaya & peristiwa Barat benar benar utama utk perkembangan negeri. Penulis lain, umpamanya Sanusi, menekankan perlunya nilai-nilai Timur, meski ada factor budaya Barat yg di terima.[33] Penulis utk Poedjangga Baroe serta memiliki latar belakang agama yg tid…