Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Naik Dua Kali Lipat, Apakah Kualitasnya Juga Naik?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk membuat belanja negara lebih efektif. Selama ini, publik kerap mempertanyakan efektivitas alokasi anggaran yang besar ke satu sektor namun kerap tidak diikuti oleh peningkatan kualitas sektor tersebut.
Padahal sektor tersebut adalah sektor sektor penting misalnya pendidikan dan kesehatan "Belanja pendidikan dulu Rp 200 triliun sekarang Rp 400 triliun. Pertanyaannya adalah apakah dengan belanja yang naik dua kali lipat, kualitas pendidikan naik dua kali lipat?," ujar Menkeu saat membuka seminar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/2/2017).
"Anggaran kesehatan kita naik dari Rp 50 triliun menjadi Rp 105 triliun. Apakah kualitas kesehatan naik dua kali lipat?," sambung perempuan yang kerap disapa Ani itu.
Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, peningkatan kualitas tidak melulu bicara soal ketersediaan uang atau besaran alokasinya saja. Ada hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan yaitu efektivitas penggunaan uang tersebut.
Sebab tutur Ani, alokasi anggaran yang besar tidak akan selalu berjalan lurus dengan peningkatan kualitas bila penggunaannya tidak efektif.
"Ini bukan masalah uang saja, ini masalah kemampuan membelanjakannya," kata Ani. Bagi perempuan kelahiran Lampung 54 tahun silam itu, efektivitas belanja adalah tantangan besar pemerintah saat ini.
Ia tidak ingin penggunaan anggaran negara yang berasal dari pajak rakyat justru tidak kembali ke rakyat lantaran ketidakmampuan penyelenggara negara membelanjakan anggaran secara efektif.

Previous
Next Post »